yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Tuesday, 16 June 2020

Belajar Akuntansi Dasar

Haiii...
Kembali lagi dengan postingan tentang Akuntansi. Bagi aku, akuntansi ini bisa dipelajari oleh semua kalangan. Semua latar belakang pendidikan. Menurut saya lho. Karena siapa sih yang ga perlu ngitung duit?? Hayoo... Sedasar ngitung pengeluaran dan penerimaan aja deh. Pasti semua orang pernah kan?
Nah sebelum mempelajari akuntansi lebih lanjut, ada baiknya memahami dan menguasai Persamaan Dasar Akuntansi. Kalau sudah paham apa itu dasarnya, aku yakin sih lebih gampang nanti belajar. Beda cerita kalau mau lompat ke jurnal langsung, bisa siiih tapi feelnya bakal beda, bakal kurang klik gitu. Bisa bikin "ini nyari apaan sih?", "ini tuh apaan saih gunanya?", "ngapain sih mesti kayak gini?" Percaya deh. Daripada belum klik sama dasar akuntansinya dulu, istilahnya benang merah tuh harus kepegang dulu. Baru ke jenjang berikutnya. 
Mengenai akuntansi yang bisa dipelajari semua orang itu dah aku buktikan sih. Jamannya dulu masih sibuk kasih les privat akuntansi di jogja, emang ada ajaa yg daftar les itu bukan dari orang ekonomi bahkan akuntansi itu sendiri. Ada yang pendidikannya bahasa korea dan karena dia mau KKN dan dia ditugaskan menjadi bendahara tim jadi perlu belajar akuntansi. Ada juga orang yang buka usaha dan pengen ngelola keuangannya sendiri, no clue banget deh. Tapi nyatanya bisa aja, nyambung2 aja. Dengan catatan harus paham dulu persamaan dasar akuntansi. Jadi ga perlu takut sih untuk memulai belajar akuntansi. Dan ga perlu beranggapan juga belajar akuntansi itu untuk orang yang bekerja di keuangan. Ilmu akuntansi bisa diterapin ke kehidupan sehari-hari. Kita bisa kontrol keuangan kita sendiri. Pendapatan dan pengeluaran kita, serta bagaimana agar alokasi2 dana yang tepat bisa dipelajari juga.

Postingan selanjutnya bakal ku bahas yaa mengenai persamaan dasar akutansi lebih lanjut. Semoga aku tidak malas yaa. Hahaha

See you!

Monday, 15 June 2020

Pandemi 💔

Ga pernah terbayangkan sebelumnya kalau negara kita harus menghadapi pandemi saat ini. Sungguh. 
Kayak, awalnya tuh, ah semua bakal cepat baik dan pulih. Tapi lama kelamaan ini menjadi hal yang mewabah, serius yang makin serius banget. Banyak banget sektor kehidupan yang turut terkena dampak. Kehidupan pribadi pun tak terelekkan terkena juga. Banyak rencana yang sudah disusun indah dan serapi mungkin untuk tahun ini harus dibatalkan. 
Ya mungkin dipending tapi entah sampai kapan bisa terlaksana. Ga peduli siapa dan dimana, semua terkena dampak secara langsung maupun tidak langsung.
Contoh, ibu mertua saya. Saya menganggap dan berharap dia berada di rumah dan di kawasan tempat tinggal yang aman karena daerahnya yang cukup jauh dari pusat keramaian, tidak banyak campur tangan warga dari luar daerah yang bs masuk kedalam. Harapanku begitu. Tapi tetap, beliau terkena dampak secara tidak langsung. Beliau harus menahan rasa rindunya, menahan rasa ingin berkumpulnya dengan anaknya yang merantau. 
Jahat memang wabah ini. Jahat sekali. Membuat jarak yang ada semakin berjarak. Jauh menjadi semakin jauh. Namun, semua semakin mempersempit waktu, kesempatan. Sungguh berharga waktu bersama keluarga. Sangat-sangat berharga.
Namun doa yang kita panjatkan senantiasa berada disisi orang2 yang kita rindukan, yang sangat ingin kita peluk saat ini. Mereka, yang kita cintai. Yang kita rindukan.

Semoga sehat selalu.
Stay safe. ♥️

Sunday, 14 June 2020

LDR (3)

Menikah bagi saya artinya harus siap untuk LDR. Karena apa? Keadaan. Ga perlu ditanya, jawaban udah terpampang nyata. Aku bekerja di Pontianak. Suami bekerja di Jakarta. Dengan perjuangan kita masing2 untuk mendapatkan pekerjaan itu membuat kita sadar se-sadar-sadar-nya bahwa pada kenyataannya harus LDR'an dulu. 
Nah dari kesadaran itulah polemik justru terjadi. Maksudnya apa nih? Maksudnya, aku sadar, suami istri hidup terpisah itu nyatanya bikin perkara. Rindu. Itu lhoo...satu kata yang asliiiii deh bikin pikiran dan perasaan itu penuh sesak rasanya. Bukan hanya sekedar rindu ingin bertemu, namun kesadaran akan kewajiban2ku sebagai istri otomatis menjadi tak bisa ku laksanakan. 
Aku iri dengan pahala yg didapat istri2 yang lain, mereka bekerja juga namun mereka bisa tetap disisi suaminya dan melakukan kewajiban2nya. Dah dosa kali aku ni, belum jugak nglakuin kewajiban dah iri iri segala kelakuanku. Sad!
Tapi, ada yang namanya jalan, ada yang namanya pintu, maka aku berjalan menuju pintu untuk menyudahi LDR yang pahit ini. Belum sepenuhnya terbuka, tapi aku sudah melihat jalannya. Tolong teman2 doakan aku, doakan kami. Agar kami masing2 bisa terus jalan berdampingan menuju tempat yang satu, sama. Segera.