yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Showing posts with label pernikahan. Show all posts
Showing posts with label pernikahan. Show all posts

Thursday, 18 June 2020

LDR (4)

Percaya ga sih sama yang namanya zodiak? Percaya dalam artian bukan ramalannya sih, tetapi tentang sifat dan perilaku atau ciri khas seseorang berdasarkan zodiaknya.
Nah, kalau aku tipe yang mengindari banget sama yang namanya ramalannya. Karena aku tuh tipe cewek yang apa2 jadi pikiran, jadi aku mending ga baca aja soal begituan. Mau percaya atau bakal ga percaya tetep aja ga usah baca aja sekalian daripada bilang ga percaya tapi bakal tetep kepikiran.
Trus apa nih hubungan LDR sama zodiak? Ga ada sih, cuma bukan yang namanya shifa kalau ga suka menghubung2kan. Hahaaa
Jadi gini, paham kan LDR itu artinya kita akan berkomunikasi setidaknya lewat telepon, chat, atau sekarang bisa video call. Kita ngobrol langsung tatap muka aja suka ga ketebak apa kata hati dan kata si lawan bicara maksudnya apa. Ngomong apa lalu ditangkapnya apa. Salah paham itu susah terelakkan, kadang. Aku ga nakutin sih, cuma ini berdasarkan pengalaman pribadi ya. Perlu diingat, setiap orang berbeda. BERBEDA!.
Jadi kalau chat tuh aku suka nangkap beda, aku bacanya dengan nada bicara aku gitu, padahal ya ga gitu. Ga gitu intonasi si pengirim pesan. Biasa aja, datar aja. Tapi aku bisa aja nangkepnya beda hanya karena pelatakan titik koma bahkan menurut intonasiku sendiri bisa menimbulkan ga keenakan hati. Halah. Itu hanya salah satu contoh aja loh ya. 
Jadi pada akhirnya aku berusaha introspeksi, apakah aku ini kurang mengenal watak/sifat suami aku sendiri? Apakah aku ini tidak sebegitunya ngerti gaya bahasa dan intonasi suami aku sendiri. Lalu lah aku yang suka keidean ini buka perihal zodiak. Tapi tetap, aku ga buka ramalan keuangan, percintaan atau apalah itu. Aku cari karakter orang berdasarkan zodiak. 
Dan hasilnya, BOOM!!!!! WAH IYA YAAA...LHA BEGITU RUPANYA ORANGNYA..?! WADUUH, IYA JUGA SIH KEK GITU ORANGNYA.

Jadi kayak tersadarkan aja gitu, begitu rupanya sifat suami aku. Sedikit banyak cocok juga. Menurutku lho ya.
Intinya, jangan suka main2 sama ramalan zodiak. Tengok sekali aja untuk cari clue dikit soal karakter orang boleh aja. Tapi tetap, penilaian orang itu ya berbeda2. Diri sendiri kadang ngga ngrasa "aku begitu" tapi belum tentu orang lain juga ngrasa "kamu tuh begitu". Paham ga? Kala nggak, ya udah. 

Sunday, 14 June 2020

LDR (3)

Menikah bagi saya artinya harus siap untuk LDR. Karena apa? Keadaan. Ga perlu ditanya, jawaban udah terpampang nyata. Aku bekerja di Pontianak. Suami bekerja di Jakarta. Dengan perjuangan kita masing2 untuk mendapatkan pekerjaan itu membuat kita sadar se-sadar-sadar-nya bahwa pada kenyataannya harus LDR'an dulu. 
Nah dari kesadaran itulah polemik justru terjadi. Maksudnya apa nih? Maksudnya, aku sadar, suami istri hidup terpisah itu nyatanya bikin perkara. Rindu. Itu lhoo...satu kata yang asliiiii deh bikin pikiran dan perasaan itu penuh sesak rasanya. Bukan hanya sekedar rindu ingin bertemu, namun kesadaran akan kewajiban2ku sebagai istri otomatis menjadi tak bisa ku laksanakan. 
Aku iri dengan pahala yg didapat istri2 yang lain, mereka bekerja juga namun mereka bisa tetap disisi suaminya dan melakukan kewajiban2nya. Dah dosa kali aku ni, belum jugak nglakuin kewajiban dah iri iri segala kelakuanku. Sad!
Tapi, ada yang namanya jalan, ada yang namanya pintu, maka aku berjalan menuju pintu untuk menyudahi LDR yang pahit ini. Belum sepenuhnya terbuka, tapi aku sudah melihat jalannya. Tolong teman2 doakan aku, doakan kami. Agar kami masing2 bisa terus jalan berdampingan menuju tempat yang satu, sama. Segera. 

LDR (2)

Ini postingan LDR kedua yang hari pernikahannya sudah memasuki tahun ke-3. Wow. Emezing bukan? Kemana aja selama ini? Apakah semua baik2 saja? Tentu tidak dan juga tentu iya. Nah loh, bingung gaaa?? Aku aja bingung.
Aku mau cerita pahitnya dulu atau manisnya dulu nih gengs? 
Kalau dari istilah LDR aja udah kayaknya bakal pahit banget yaak. Belum tentu sih. Ceilah dah mulai nemu sisi positif LDR nih gueeeeh. Bangga. Haha.
Pahitnya sih jelas bakalan kangen berat. Ada rasa2, pengen kalau liat pasutri lain bisa serumah tuh. Yaaa emang gitu siih normalnya pasutri yaa.. hidup serumah. Istrinya masakin untuk suaminya, siapin baju untuk kerja, untuk sehari2. Ngurus kayak ibu rumah tangga gitu lah. Nanti yaa aku jabarin apa itu ibu rumah tangga yang tentunya versi akuuu dan bikin aku mumet sendiri karena berkespetasi seperti itu wkwkwkw.
Dah lah itu dulu. Dah kepanjangan ini baru 1 poin pahitnya yang paling pahit doang.

Wednesday, 15 February 2017

LDR (1)

1,5 bulan menjadi seorang istri. Rasanya masih kurang sempurna. Masih belum bisa ngurusin suami secara langsung. Merasa (ber)salah? ada. Hmm apa ya..intinya ya istri macam apa ini. Hhh lebai yak?

Tidak. semua baik2 saja, semua berjalan dengan baik. Kerikil? tentu ada. Tapi sayangnya, cinta kami lebih besar. #eaaa

Saya cukup menguatkan diri sendiri dengan menutup mata dan telinga (rasanya masih mustahil membungkam mulut orang dengan omongannya kayak cabe). Cukup menguatkan diri dengan berkeyakinan ini jalan dari Allah SWT untuk saya dan kami berdua tentunya.  Cukup menguatkan diri dengan percaya bahwa doa dan cinta kami lebih kuat dari segalanya.

wow!!

Ada pulak tuh, rasa bersyukur bahwa suatu saat nanti raga kami berdekatan diusia pernikahan kami yang entah berapa ---masih berasa ehem penganten baru. #eaaaaa

Begitulah hikmahnya yang sudah saya petik di 1,5 bulan usia pernikahan kami.

love peace and gawllllll 😘😘